TEKAD MERAIH MIMPI

Semua orang pasti memiliki mimpinya masing-masing, dari hal yang sederhana sampai yang luar biasa. Kapanpun dan dimanapun mimpi hadir dalam pikiran disebabkan karena ia hadir untuk memotivasi diri agar mampu meraih apa yang diimpikan. Setiap aktivitas yang sudah biasa dilakukan karena tidak ada kendala dalam mewujudkan tujuannya, mungkin tidak terlalu ada beban dan tantangan bagi seseorang untuk menggapainya. Bedahalnya impian yang memiliki tantangan besar serta menimbulkan stress yang tinggi untuk berusaha mewujudkannya. Impian besar tersebut berawal dari tekad yang bulat yang telah diajamkan dalam diri individu untuk meraih impian dengan sukses.
Pemikiran yang negatif merupakan kendala seseorang untuk berniat dan bertekad untuk bisa mewujudkan impian tersebut dengan seoptimal mungkin. Sebagian orang bisa saja tidak mampu bermimipi karena terhapus oleh sedikit kekurangan yang ada pada dirinya. Contoh: “saya tidak mampu bekerja di perusahaan ternama karena nilai akademis saya kecil” hal tersebut menjadi kendala seseorang melakukan hal yang diimpikan, sehingga ia tidak berani mewujudkannya karena keinginan dalam bentuk tekad dalam dri seseorang tidak ada.
Kemampuan untuk berpikir bahwa diri ini bisa melakukan dengan berpikiran rasional bahwa jika orang lain bisa melakukan dan menggapai apa yang sama kita impikan mengapa kita tidak bisa? Inilah yang menjadi kekuatan kita untuk berani bermimpi dan bertekad untuk mewujudkan mimpi itu seoptimal mungkin. Terkadang mimpi yang telah kita buat kandas begitu saja saat masih adanya pemikiran bahwa kita tidak mampu untuk melakukan apa yang telah direncanakan dalam mimpi yang telah di buat.
Tekad dalam menggapai mimpi ini sering terjadi karena timbulnya motivasi yang ada dalam diri seseorang dan motivasi terbesar yang ada ialah Allah sedangkan yang lain harus dalam rangka karena atau untuk Allah swt. Cinta yang paling hakiki yaitu dengan mencintaiNya, terkadang kita dengan mudahnya terlena dengan hal yang sifatnya dunia serta terlalu memuja apa yang di sukai sehingga lupa pada yang sang pemberi rizki.
Seorang yang beriman melakukan hal yang baik dalam rangka beribadah pada Allah swt, jika Allah yang menjadi tujuan segala sesuatu akan bisa dilakukan dengan baik dengan segala rintangan yang menghadang semua bisa teratasi dengan adanya cinta kita pada sang Khaliq.
Pepatah mengatakan “Sukses yang telah dicapai sekarang akan menentukan sukses di kemudian hari” mengingat kata-kata ini salah satu yang bisa dilakukan adalah tekad lalu sepanjang proses perjalanan harus ada konsistensi untuk menjalaninya mulai dari yang terkecil sampai terbesar.Konsisten inilah yang sering menghambat seseorang untuk menggapai mimpi karena masih adanya rasa santai dan pemikiran kosong karena banyaknya angan-angan bahwa ia akan baik-baik saja selama hidupnya tanpa adanya visi untuk menggapai tujuan yaitu mimpi.
Note: Semoga dengan tulisan ini saya tidak terlalu banyak malasnya dan lebih rajin serta berpikiran cerdas. Amin…

AYOO

ko ga bisa sih blog ini dibuka sendiri? heemm emang jarang dibuka sih.

lama ga buka

ha tulisan masa lalu. kangen…..

cerita inspirasi 2

Nama              : Kartiyem

NRP                : I24100116

Laskar/Panji  : 28/V

CERITA INSPIRASI DIRI SENDIRI

 

Beawal dari datangnya formulir BUD IPB, hatiku ragu, takut, dan bingung antara mau atau tidak ikut daftar BUD tersebut. Disamping jaraknya yang jauh dari keluarga, sainganya pun pasti jenius semua, karna mungkin kualitas pendidikanya yang jauh berbeda. Soalnya saya hanya dari pedalaman kabupaten  Tabalong Kal Sel.

Tetapi saya tak boleh pesimis, meskipun dari kampung tak boleh kalah dengan orang kota. Serta adanya dorongan dari guru-guru SMA dan yang utamanya kedua orang tua, saya beranikan diri untuk daftar BUD tersebut.

Dengan penuh keyakinan saya isi formulir  BUD tersebut dan berharap banyak tuk bisa diterima di IPB.

Karna adanya beasiswa meskipun diluar kalimantan, saya berkeyakinan tuk ikut  daftar BUD karna beasiswa sangat membantu agar bisa kuliah di Universitas yang berkualitas dan memang cita-citaku agar bisa keluar pulau Kalimantan tuk mencari banyak pengalaman yang terutama pulau jawa yang banyak sejarah bahari.

            Ngomong-ngomong masalah Jawa, saya memang keturunan Jawa lho. Tetapi, asli Kalimantan Selatan. Anehnya, meskipun keturunan Jawa seumur-umur belum pernah ke tanah jawa sebelumnya. Aku berpikir bagaimana caranya agar bisa keluar pulau Kalimantan tapi tidak membebankan orang tua. Akhirnya datanglah formulir BUD, itulah kesempatan emas yang sangat aku harapanku.

            Dan beberapa bulan tak ada kabar dari IPB, apalagi setelah pengunguman UAN dan perpisahan kelas III telah usai, harapan emas IPB itu tak ada lagi, karna saya pikir saya sudah pasti tidak terpilih oleh BUD tabalong. Aku smakin bingung apa yang harus dilakukan, karna BUD IPBlah harapanku satu-satunya agar bisa kuliah.

Sedangkan teman-teman yang lain sudah daftar ke Universitas yang di inginkan masing-masing. Saya pengen daftar selain IPB sepertinya tak mungkin, karna ada beasiswa BUD itulah yang sangat membantu saya tuk bisa kuliah.

            Akhirnya datang kabar yang tak ku sangka-sangka, kabar yang  hanya mungkin ada dalam mimpi ternyata jadi kenyataan, yaitu kabar diterimanya saya di IPB tanggal 14 Juni 2010. Alhamdulillah…

Perasaanku bahagia banget , tetapi aku perlu siapkan mental matang-matang karna untuk pertama kalinya saya harus berpisah dengan keluarga, kampung dan sebagainya. Dan orang tua juga harus merelakan diriku pergi ke pulau sebrang tuk menggapai cita-citaku. Amin…

cerita inspirasi

Nama              : Kartiyem

NRP                : I24100116

Laskar/Panji  : 28/V

 

Sepatu Raja

Ada sebuah kisah, Seorang raja berjalan kaki melihat-lihat keadaan ibu kota. Di jalan depan istana, kakinya terluka karena menginjak batu tajam. “Jalan di depan istana ini sangat buruk, Aku harus memperbaikinya,” begitu pikirnya. Maka, Sang Raja segera merumuskan proyek untuk memperbaiki jalan di depan istana itu. Ia ingin jalan itu dilapisi dengan kulit sapi terbaik, agar siapapun yang melewatinya tidak terluka. Persiapan mengumpulkan sapi-sapi di seluruh negeri dilakukan.

Di tengah kesibukan luar biasa itu, seorang pertapa menghadap raja dan berkata, “Wahai Paduka. Mengapa Paduka mengorbankan sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan tersebut, padahal yang Paduka perlukan hanya dua potong kulit sapi untuk sepatu yang berfungsi melapisi telapak kaki Paduka?”

Ah, cerita klasik di atas mengingatkan pada kita semua, bahwa kita tak bisa menuntut  dunia agar berubah sesuai dengan keinginan diri sendiri, sebenarnya dari kesadaran diri sudah bisa mengatasi itu semua.

Aku ingat betul, bagaimana dulu aku sering berusaha membuat hidup orang-orang di sekitarku agar mengagumi atau setidaknya suka dengan aku. Aku berusaha keras untuk itu karena aku yakin semua itu bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi ada sebuah titik nadir yang membuat aku sadar, bahwa aku tidak bisa memaksa setiap orang untuk menyukai aku dan mendapatkan yang sempurna.

Apa yang kita inginkan dan pikirkan tak semua terwujud dengan begitu mudah, serta memaksa orang lain tuk selalu memenuhi apa yang kita inginkan. Kita harus ingat bahwa di dunia tidak ada yang sempurna. Manusia tempat salah dan khilaf, yang sempurna itu hanya milik Allah SWT.

Kenapa aku harus berjuang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dapat aku rubah?

Bukankah lebih baik menata diri dan komposisi tubuh ini agar selalu tumbuh dinamis – seiring dengan keadaan dan perubahan di sekitarku?

Seperti sulur-sulur tumbuhan rambat yang merayap mengikuti bentuk tembok.. tetapi mampu menghancurkannya.. Seperti lumut yang tumbuh naik turun mengikuti tekstur batu, tetapi sangat berpotensi untuk membuatnya rapuh.. Seperti awan yang selalu bergerak mengikuti angin, tetapi mampu menjadi hujan dan cuaca yang justru memutarbalikkan arah angin itu sendiri.. semoga..

.

Welcome to IPB

Selamat datang ke ipb. Berjumpa dengan banyak teman baru di ipb.

Diasrama kita akan dikumpulkan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah. Sangatlah mengasyikkan bisa berkenalan dengan mereka serta berbagi pengalaman dengan mereka Waw Interesting. Baru kali ini aku dikumpulkan dengan orang-orang yang luar biasa.